Desember 2014. Sebuah kesempatan datang untuk saya bisa berkunjung ke Jogja yang kata kebanyakan orang begitu istimewa. Menyimak syair lagu "Jogjakarta" dari KLA Project bisa jadi Jogja memang istimewa. Namun itu kan hanya sebatas syair metafora dari sebuah lagu. Keabsahannya masih bisa diragukan. Dan karena alasan itu pulalah, saya datang untuk membuktikan kebenarannya. Sebegitu istimewakah Jogja hingga begitu banyak orang rela menautkan kenangannya ke kota kecil di selatan Jawa Tengah ini? Entahlah. Petualangan di Mulai Yang jelas, begitu pesawat yang saya tumpangi mendarat mulus di bandara Adisucipto, lantunan gending dan suara sinden langsung menyergap saya dalam romantisme khas masyarakat Jawa yang asing namun meneduhkan jiwa. Saya larut namun tidak lama. Jemputan yang sudah berjanji menjemput saya ternyata telah tiba. Saya harus segera memulai petualangan yang hanya sesaat ini. Tanpa perlu singgah di hotel, saya memutuskan...
Ternyata tak semua buah dan sayuran bisa dibuat jus dengan juicer. Beberapa buah dan sayuran justru lebih baik dikonsumsi langsung tanpa dibuat jus. Pembuatan minuman dengan juicer sendiri secara otomatis akan membuang kandungan serat pada buah dan sayuran. Berbeda dengan pembuatan minum dengan blender yang masih menyertakan ampas atau serat buah dan sayuran. Pembuatan jus dengan juicer akan membuang serat yang terdapat pada buah-buahan tersebut. Atau dengan kata lain , buah tersebut menjadi kurang bermanfaat. Sedangkan membuat jus dengan blender masih menyisakan serat dan ampasnya. Lalu, buah apa saja yang sebaiknya tak diproses menggunakan juicer? Alpukat Alpukat lebih cocok disajikan menjadi smoothie. Direktur edukasi di Pure Synergy, Chante Wiegand ND, menyampaikan bahwa alpukat lebih baik diproses menggunakan blender ketimbang juicer agar sari-sarinya masih bisa dikonsumsi. 2. Apel utuh Kita boleh mengkonsumsi jus apel, namun kita harus membuang bijinya t...