Salah satu hobi yang saya miliki adalah memelihara ayam. Enggak banyak sih. Tapi cukuplah untuk membuat pagi saya bising karena suara mereka meminta jatah sarapan pagi. Yup. Setiap pagi, semua ayam-ayam saya akan berkerumun di depan pintu dapur. Mereka mengeluarkan suara-suara yang saling bersahutan satu sama lain. Bukan berkotek atau kukuruyuk lho. Kalo saya boleh bilang, suara percakapan antara mereka tentang, mana nih bos kita kok belum bangun? kan perut kita udah laper berat belom makan dari kemaren malam." Begitulah ira-kira saya asumsikan. Salah satu dari sekian banyak ayam yang saya miliki bernama Mruntik. Secara usia, Mruntik bisa dibilang sudah sangat uzur. Kalau tidak salah hitung usianya sekitar sepuluh tahunan. Dan Mruntik merupakan ayam tertua dari semua ayam yang ada. Bisa dibilang dia adalah kepala suku. Warna bulu Mruntik abu-abu kotor dengan totol hitam di bagian ujung ekornya. Aslinya Mruntik ini tiga bersaudara. Dua jantan dan satu dia betina. Seinga...