Langsung ke konten utama

Menjadi Seorang Penulis Konten

Apakah kalian pernah mendengar profesi penulis konten?

Dulu profesi sebagai penulis konten mungkin terdengar aneh bagi kebanyakan orang. Seperti apa cara kerjanya dan di mana untuk memulai? Biasanya pertanyaan yang muncul dari benak mereka yang awam. Padahal jika Anda tahu cara yang tepat, profesi ini mampu menghasilkan uang tak terbatas. Batas tersebut hanya dalam kemampuan kita untuk meluangkan waktu untuk menulis.

Sebelum mencoba untuk menjadi seorang penulis konten, Anda harus memahami profesi yang satu ini dari sisi pahitnya dulu.

Penulis konten adalah salah satu bidang dari penulis yang fokus pada menulis situs web konten, blog, atau media lain dunia maya. Pekerjaan ini semakin populer dengan semakin tingginya minat masyarakat di dunia online. Entah menjadi penulis untuk web atau blog pribadi atau menjadi penulis artikel lepas atas permintaan klien, keduanya dapat dioptimalkan sebagai sumber mata pencaharian.

Menjadi penulis konten jangan dibayangkan yang enaknya saja. Banyak hal tak enak yang dialami para penulis ketika menjadi seorang content writer.

Harap dicatat, tidak semua penulis konten berhasil memperoleh uang dari kegiatan ini. Untuk itu, ada beberapa cara untuk mengatakan bahwa pekerjaan ini dapat menghasilkan pendapatan.

Beberapa pertimbangan sebelum memutuskan menjadi penulis konten:

1. Upah rendah. Kebanyakan posisi sebagai penulis konten tidak memiliki upah yang tinggi, terutama jika Anda berada di tingkat terendah dalam posisi sebagai penulis konten. Gaji rata-rata dari seorang penulis konten di Indonesia adalah dari 1.000.000 - 3.000.000.

Posisi dengan gaji yang lebih tinggi di bidang menulis konten adalah manajer proyek, peneliti online dan penulis proposal. Namun, Anda perlu lebih banyak pengalaman untuk bisa mendapatkan kerja ini.

2. Kurangnya ruang kreatifitas. Meskipun Anda merasa menulis konten dapat memberikan Anda kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan Anda untuk kata-kata proses. Konten menulis lebih sering dilihat sebagai cara untuk menjual produk atau untuk menginformasikan pembaca tentang fakta-fakta.

Dalam peran seorang penulis konten, Anda menulis kemungkinan besar pada topik yang menjengkelkan, tetapi kadang ada uga topik yang menarik untuk dikerjakan.

Bos Anda akan menentukan topik yang Anda butuhkan untuk menulis, dan Anda harus belajar untuk menjadi fleksibel dan tertarik pada mata pelajaran yang paling aneh dan menjengkelkan.

3. Gampang tergoda pekerjaan lain. Ketika Anda menulis ke atasan ,Anda  harus dapat menulis dengan cepat dan baik. Dengan tenggat waktu yang sering kali di rasa mepet tapi anda tetap harus menyelesaikannya sesuai kontrak.  Tekanana pekerjaannya sungguh sangat besar.

Tak heran jika banyak penulis konten yang kemudian berbubah haluan dan tergoda dengan pekerjaan lain yang dirasa lebih fleksibel.

Berfikir sebelum memulai

Tidak ada salahnya ika Anda berniat menjadi penulis konten. Namun tak ada salahnya juga jika anda mulai berfikir dengan jernih bahwa sebenarnya dunia penulis konten itu tak seindah cerita di sinetron.

Ada banyak batasan dan tekanan yang bakal Anda hadapi ketika menjadi seorang penulis konten. Maka dari itu fikirkanlah. Jangan tergoda dengan trend.

Namun seandanya anda memang siap dan cocok dengan dunia yang penuh tekanan tersebut, maka segeralah mulai masuki dunia pekerja penulis konten. Nikmati setiap alunannya dan berbahagialah dengan kenyataannya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjemput Setangkup Rindu di Jogja

Desember 2014.  Sebuah kesempatan datang untuk saya bisa berkunjung ke Jogja yang kata kebanyakan orang begitu istimewa. Menyimak syair lagu "Jogjakarta" dari KLA Project bisa jadi Jogja memang istimewa. Namun itu kan hanya sebatas syair metafora dari sebuah lagu. Keabsahannya masih bisa diragukan. Dan karena alasan itu pulalah, saya datang untuk membuktikan kebenarannya.  Sebegitu istimewakah Jogja hingga begitu banyak orang rela menautkan kenangannya ke kota kecil  di selatan Jawa Tengah ini? Entahlah. Petualangan di Mulai Yang jelas, begitu pesawat yang saya tumpangi mendarat mulus di bandara Adisucipto, lantunan gending dan suara sinden langsung menyergap saya dalam romantisme khas masyarakat Jawa yang asing namun meneduhkan jiwa.  Saya larut namun tidak lama. Jemputan yang sudah berjanji menjemput saya ternyata telah tiba. Saya harus segera memulai petualangan yang hanya sesaat ini.  Tanpa perlu singgah di hotel, saya memutuskan...